Harga BBM Non Subsidi Pertamina Resmi Naik, Berlaku 2 Agustus 2024

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis non subsidi pada 2 Agustus 2024 ini. Yang terpantau mengalami kenaikan adalah produk BBM Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite dan juga Pertamina Dex.

Untuk produk BBM jenis Pertamax tidak mengalami kenaikan. Sebagai contoh untuk BBM Pertamax Turbo ikut naik dari sebelumnya Rp 14.400/liter menjadi Rp 15.450 per liter. Adapun untuk BBM solar jenis Dexlite naik menjadi Rp 15.350 per liter dari Rp 14.550/liter. Yang terakhir produk Pertamina Dex menjadi Rp 15.350 per liter dari sebelumnya Rp 15.650/liter.

“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum,” mengutip pengumuman Pertamina, Rabu malam (31/7/2024)

Sementara untuk harga BBM subsidi seperti Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yakni Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar tidak mengalami kenaikan.

Sebelumnya Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan pihaknya saat ini masih memantau pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika sebagai faktor utama yang mempengaruhi harga jual BBM non subsidi di SPBU Pertamina.

Pertamina Patra Niaga senantiasa mendukung kebijakan Pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian dan daya beli masyarakat,” jelasnya kepada CNBC Indonesia saat dihubungi, Kamis (1/8/2024).

Heppy mengatakan bahwa pihaknya akan menjaga daya beli masyarakat apabila harga BBM non subsidi Pertamina seperti Pertamax Series dan Dex Series dilakukan penyesuaian. “Oleh karena itu kalaupun dilakukan penyesuaian, harga BBM non subsidi Pertamina (Pertamax Series dan Dex Series) akan tetap ekonomis,” tambahnya.

Berikut Daftar Harga BBM Pertamina di DKI Jakarta mulai 2 Agustus 2024:

BBM Pertamina DKI Jakarta:

Solar Subsidi: Rp 6.800/liter

Pertalite: Rp 10.000/liter
Pertamax: Rp 12.950/liter
Pertamax Green 95: Rp 15.000/lite
Pertamax Turbo: Rp 15.450/liter
Dexlite: Rp 15.350/liter
Pertamina Dex: Rp 15.650/liter

PD 3 Sudah Dekat, Peramal India Sebut Pecah 4-5 Agustus

Sebuah rudal diluncurkan, ketika media pemerintah melaporkan Korea Utara melakukan uji coba rudal hipersonik berbahan bakar padat jarak menengah dan jauh, di lokasi yang tidak diketahui di Korea Utara, 2 April 2024, dalam gambar yang dirilis pada 3 April ini. 2024, oleh Kantor Berita Pusat Korea. (KCNA via REUTERS)

Astronom India Kushal Kumar kembali membuat prediksi mengenai perang dunia ketiga (PD3). Ia menyebut perang besar itu akan pecah pada bulan ini.

Dalam sebuah penerawangan yang dikutip Daily Star, Jumat (2/8/2024), pria yang dikenal sebagai Nostradamus India itu menyebutkan bahwa PD3 akan pecah pada tanggal 4 atau 5 Agustus 2024. Kumar menceritakan bagaimana ketegangan akan meningkat antara Israel-Hamas, dua Korea, China-Taiwan, serta Rusia-NATO.

Ia kemudian menggunakan bagan astrologi kita Weda untuk meramalkan tanggal pastinya. Bagan itu sendiri akan disesuaikan dengan paham Hindu.

“Beberapa laporan berita yang mengkhawatirkan di tempat-tempat yang berpotensi menjadi titik rawan perang di seluruh dunia juga muncul di media selama bulan Juli 2024, khususnya yang meliput tanggal 24 dan 26 Juli. Israel dan negara-negara lain juga menjadi berita karena beberapa kekhawatiran serius,” ujarnya.

“Tempo kekhawatiran yang mengkhawatirkan terkait potensi titik-titik panas perang kemungkinan akan berlanjut untuk waktu yang lebih lama yang mencerminkan berbagai corak dan nuansa kemarahan serta ambisi manusia. Tanggal 4 dan 5 Agustus akan menuntut kehati-hatian dan kewaspadaan yang tinggi,” tambahnya.

Dalam penjelasannya yang luas, Kumar menjelaskan bagaimana dua pesawat pengebom Rusia dan dua pesawat pengebom China yang terbang di dekat Alaska. Lalu kekhawatiran Rumania atas Ukraina dan Rusia, latihan militer di Kuba, serta perang di Timur Tengah.

“Tampaknya fokus atau episentrum yang krusial adalah laut atau samudra. Namun, daratan dan udara tidak bisa dianggap kurang penting,” tambahnya.

Momen ini sendiri bukan menjadi momen pertama bagi Kumar untuk memprediksi PD3. Awalnya, ia sempat meramalkan bahwa jatuh pada tanggal 18 Juni. Namun, tanggal 18 Juni telah berlalu, dan selama beberapa hari terakhir ia memprediksi dua tanggal lainnya, keduanya di bulan Juli, namun tidak ada yang terjadi.

Retorika PD3 terus meningkat akhir-akhir ini. Pintu pertama kemungkinan perang besar terjadi telah dibuka oleh serangan Rusia ke Ukraina. Sejumlah pejabat dan propagandis Moskow menyebut pihaknya dapat menggunakan senjata nuklir bila terdesak di Ukraina.

Selain Kumar, jurnalis senior Nick Giambruno, juga memprediksi akan adanya PD3. Dalam sebuah artikel di Doug Casey International Man, ia memaparkan ada 3 perang proksi besar yang dapat memicu PD3 yakni perang China merebut Taiwan, Rusia-Ukraina, serta ketegangan Timur Tengah.

1 Agustus 2024: Indonesia Dapat 2 Kabar Buruk

Awal Agustus 2024 bukan menjadi hal yang baik bagi Indonesia. Dua berita buruk tersebut perihal Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menurun dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia.

Pada 1 Agustus 2024, BPS telah merilis data IHK yang menunjukkan pelandaian yang cukup signifikan bahkan di bawah ekspektasi konsensus.

Secara tahunan (year on year/yoy), Indonesia tercatat mengalami inflasi sebesar 2,13% dan secara bulanan (month to month/mtm) tercatat mengalami deflasi sebesar 0,18%.

“Pada Juli 2024 terjadi deflasi 0,18%, deflasi terdalam pada 2024 dan deflasi ketiga beruntun,” ungkap Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Kamis (1/8/2024)

Sementara konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi memperkirakan inflasi Juli 2024 diperkirakan mencapai 0,01% dibandingkan bulan sebelumnya.

Sedangkan inflasi secara tahunan diperkirakan akan lanjut melandai menjadi 2,42% pada Juli 2024.

Sejumlah analis menjelaskan deflasi dua bulan beruntun adalah sinyal jika daya beli masyarakat Indonesia tengah turun. Terlebih, sejumlah indikator menunjukkan adanya tekanan pada konsumsi.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengatakan bahwa penurunan daya beli masyarakat karena kelas menengah ke bawah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan berujung pada penghasilannya yang menurun.

Hal ini juga dipertegas oleh Ekonom Bank Central Asia (BCA) Barra Kukuh Mamia yang menyampaikan bahwa pelemahan daya beli kebanyakan terjadi pada kelas bawah sementara kelas atas cenderung menahan belanja.

“Pelemahan itu mostly di kelas bawah, kalau kelas atas lebih menahan belanja (savingsnya naik dalam bentuk bonds),” papar Barra kepada CNBC Indonesia.

Lemahnya daya beli masyarakat juga terlihat dari sikap kurang konsumtifnya masyarakat terhadap barang.

Sebagai contoh yakni penjualan mobil yang relatif stagnan.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) mencatat, penjualan mobil nasional tahun 2013 mencapai 1,23 juta unit. Dan sampai saat ini, angka itu belum terlampaui.

Sementara itu, produksi mobil nasional justru terus naik dan mencapai puncak di tahun 2022. Tercatat produksi mobil nasional mencapai 1,47 juta unit, naik dari tahun 2021 yang sebanyak 1,12 juta unit.

LPEM UIFoto: Perkembangan Industri Mobil di Indonesia
Sumber: Gaikindo diolah oleh LPEM UI

Tidak hanya daya beli/konsumsi yang tertekan, Barra juga menegaskan bahwa deflasi kali ini juga terjadi karena harga pangan yang mulai menurun akibat dari efek El Nino yang mereda. Lebih lanjut, pasar juga berekspektasi bahwa produksi beras global akan semakin membaik lagi.

Hal ini juga dipertegas oleh Ekonom Senior Samuel Sekuritas Indonesia (SSI), Fithra Faisal yang mengatakan bahwa moderasi harga pangan menjadi faktor utama dibalik deflasi kali ini.

Kenaikan harga pangan yakni hanya sebesar 3,66%, turun dari 4,95% pada Juni dan merupakan yang terkecil dalam 11 bulan terakhir.

Inflasi juga melambat di beberapa sektor lainnya. Biaya terkait kesehatan naik dengan laju yang lebih lambat (1,77% vs. 1,89%), begitu pula dengan harga akomodasi dan restoran (2,28% vs. 2,31%), pakaian (0,99% vs. 1,09%), serta rekreasi dan budaya (1,49% vs. 1,50%).

Harga di sektor komunikasi dan layanan keuangan terus menurun, meskipun sedikit, yaitu 0,16% dibandingkan dengan -0,18% pada bulan sebelumnya. Karena sektor-sektor ini berfungsi sebagai indikator permintaan ekonomi.

SSI memperkirakan bahwa konsumsi yang tertunda, sejalan dengan penurunan indeks kepercayaan konsumen (IKK) dan pergerakan menurun kelas menengah.

Sejalan dengan Fithra, Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto juga menyampaikan bahwa deflasi terjadi akibat suplai pangan melimpah terutama memasuki masa panen raya sehingga harga beberapa komoditas (cabe merah, bawang merah/putih, tomat, daging ayam ras, telur ayam) mengalami penurunan

Apalagi kontribusi dari komoditas tersebut ternyata cukup besar terhadap inflasi indo yang berujung pada deflasi.

Selain sentimen buruk soal deflasi, angka PMI Manufaktur Indonesia yang mengalami kontraksi juga menjadi awan gelap yang membayangi Indonesia.

S&P Global hari ini Kamis (1/8/2024) telah merilis data PMI Manufaktur Indonesia, yang menunjukkan jatuh dan terkontraksi ke 49,3 pada Juli 2024. PMI Manufaktur Indonesia terus memburuk dan turun selama empat bulan terakhir. PMI anjlok dari 54,2 pada Maret 2024 menjadi 49,3 pada Juli 2024.

Puncaknya adalah kontraksi pada Juli 2024 setelah PMI manufaktur Indonesia ada dalam fase ekspansif selama 34 bulan sebelumnya.

Sebagai informasi, PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi. Sementara di bawah itu artinya kontraksi atau berada di zona negatif.

Direktur Ekonomi di S&P Global Market Intelligence, Paul Smith menjelaskan PMI mengalami kontraksi karena penurunan permintaan.

“Pesanan baru dan produksi turun untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun. Karena itu, para produsen bersikap hati-hati, dengan aktivitas pembelian sedikit dikurangi dan pekerjaan turun pada tingkat tercepat sejak September 2021,” tutur Paul, dikutip dari situs resminya.

Ekonom Bank Danamon, Hosianna Situmorang mengatakan bahwa PMI Manufaktur yang terkontraksi ini diakibatkan oleh rambatan efek suku bunga tinggi di global. Ketika global berada dalam era suku bunga tinggi, hal ini berdampak pada deflasi hingga pelemahan kondisi tenaga kerja.

Lemahnya situasi tenaga kerja di Tanah Air tercermin dari keputusan perusahaan untuk mengurangi jumlah staf untuk ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir (Pemutusan Hubungan Kerja/PHK).

“Produsen memilih untuk mengurangi aktivitas pembelian mereka pada Juli. Kondisi ini adalah yang pertama sejak Agustus 2021. Jumlah pekerja juga dipangkas dengan angka pengurangan yang terbesar dalam hampir tiga tahun. Ada banyak laporan tentang tidak diperpanjangnya kontrak karyawan yang sudah habis masa berlakunya,” ujar S&P.

Kendati Indonesia saat ini sedang dilanda dua sentimen buruk, Namun Myrdal menyarankan agar pemerintah dan Bank Indonesia (BI) merespon kondisi ini agar tidak lebih buruk terjadi.

Pemerintah perlu melakukan kebijakan yang akomodatif untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Lebih lanjut, pemerintah diharapkan mampu menjaga fiskal diikuti dengan listri, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg agar tetap stabil.

Sementara dari sisi BI, pemangkasan suku bunga pun diharapkan dapat terjadi di tahun ini. Jika hal tersebut terjadi, maka perusahaan dapat kembali beroperasi dengan normal dan perekrutan karyawan dapat kembali terjadi sehingga jumlah masyarakat yang menganggur akan berkurang.

HP Poco Meledak Saat Dicas, Poco Indonesia Buka Suara

Poco Indonesia buka suara soal laporan beberapa pengguna yang memiliki masalah dengan smartphone merek tersebut. Termasuk yang menyebut HP Poco miliknya meledak saat sedang mengisi daya.

Associate Director Marketing POCO Indonesia, Andi Rengreng menjelaskan Poco Indonesia telah menghubungi pelanggan yang bersangkutan. Yakni dalam rangka memberikan solusi pada para pelanggan.

POCO Indonesia selalu mengutamakan kepuasan pelanggan. Untuk masalah ini, kami telah menghubungi pelanggan yang bersangkutan untuk memberikan solusi dan pengalaman terbaik,” kata Andi dalam keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (1/8/2024).

Pihak Poco juga mengimbau mengisi daya perangkat dengan aman dan menjaga kondisi smartphone. Pengguna juga diminta untuk mengunjungi pusat layanan jika ada keluhan terkait perangkat.

“Untuk menghindari risiko, kami mengimbau pengguna untuk mengisi daya perangkat mereka dengan aman dan menjaga kondisi smartphone mereka,” jelas dia.

“Jika ada keluhan terkait smartphone, pengguna dapat langsung mengunjungi pusat layanan Xiaomi Indonesia yang tersedia di lebih dari 300 lokasi di seluruh Indonesia,” kata Andi menambahkan.

Di lini masa media sosial sempat muncul cerita terkait ponsel Poco yang meledak saat sedang diisi daya. Terkait informasi tersebut, unggahan telah dihapus saat berita ini ditulis.

Namun banyak pengguna lain yang akhirnya juga mengungkapkan ponsel Poco milik mereka bermasalah. Meski tidak sampai meledak seperti cerita awal.

Salah satu pengguna media sosial mengaku ponsel milik keluarganya bermasalah pada mother

Teka-Teki Emas 57 Ton Milik Soekarno di Swiss Akhirnya Terungkap

Menjadi legenda urban bahwa Presiden Pertama Indonesia, Soekarno memiliki emas batangan seberat 57 ton yang tersimpan di Bank Swiss. Kabar ini sempat geger di masa lalu bahkan sampai sekarang.

Konon kabarnya, seluruh emas tersebut dipinjam Presiden Amerika Serikat (AS) John F. Kennedy pada 1963 untuk pembangunan Paman Sam.

Lantas seperti apa fakta sesungguhnya?

Jika mengacu pada data-data sejarah, tampaknya Soekarno tidak memiliki harta sebanyak itu. Fakta sejarah memaparkan bahwa selama menjadi Presiden Soekarno hidup kesulitan. Hal ini diungkap oleh Soekarno sendiri dalam wawancaranya kepada jurnalis AS, Cindy Adams.

Soekarno menyebut kalau gajinya selama jadi presiden hanya US$ 220. Dia pun tidak memiliki rumah dan tanah. Karenanya, wajar apabila dia hidup dari istana ke istana yang dimiliki negara.

Bahkan, tutur Soekarno, dia pernah dibelikan piyama oleh duta besar saat kunjungan ke luar negeri. Duta besar itu merasa kasihan karena Sukarno memakai baju tidur yang sudah robek.

“Adakah Kepala Negara yang melarat seperti aku dan sering meminjam-minjam dari ajudannya?” kata Sukarno kepada Cindy Adams dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1964).

Masih mengutip wawancara dengan Cindy Adams, saking miskinnya, Soekarno bahkan pernah hampir diberi gedung secara patungan oleh rakyat. Namun, dia menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan.

Putra pertama Soekarno, Guntur Soekarnoputra, membenarkan pernyataan ayahnya itu. Dalam kolom opini di Media Indonesia yang diterbitkan 26 September 2020, Guntur menyebut jika Soekarno, sejak sebelum sampai jadi presiden, kantongnya selalu tipis.

Ia juga menyebut tak heran kalau ayahnya kerap meminjam uang kepada sahabatnya sejak zaman pergerakan, salah satunya Agoes Moesin Dasaad.

“Sebagai presiden, Bung Karno adalah presiden yang paling miskin di dunia ini. Ia tidak punya tanah, tidak punya rumah, apalagi logam-logam mulia seperti yang digembar-gemborkan orang selama ini,” kata Guntur.

Sejarawan Indonesia, Ong Hok Ham, juga membantah rumor harta segunung Sukarno. Lewat tulisan Kuasa dan Negara (1983), Ong mematahkan cerita itu dan memberi fakta sejarah sesungguhnya. Salah satunya terkait cerita Soekarno mewarisi kekayaan kerajaan Mataram Islam.

Kata Ong, tidak mungkin ada seseorang mewarisi harta dari kerajaan kuno. Apalagi mewariskan batangan emas. Masalahnya, harta kerajaan kuno tidak sebesar yang dibayangkan. Apalagi saat itu, Mataram Islam disebut masih punya utang kepada VOC.

Ong juga menyebut kalau kisah harta Soekarno sebenarnya bisa dipatahkan dengan argumen sederhana: jika punya emas, seharusnya Soekarno tidak melarat hingga akhir hayatnya. Ini artinya cerita harta karun emas batangan presiden pertama Indonesia yang selama ini dipercaya tidak benar.

Beda Nasib PMI Manufaktur: RI Ambruk, Thailand Terbang

Laju manufaktur negara Asia Tenggara (ASEAN) mayoritas turun. Aktivitas manufaktur Indonesia bahkan tekoreksi Juli lalu. 

Untuk diketahui, PMI manufaktur menggambarkan aktivitas industri pada sebuah negara. Bila aktivitas manufaktur masih kencang maka itu bisa menjadi pertanda jika permintaan masih tinggi sehingga ekonomi cerah.

Data PMI kerap digunakan untuk memahami ke mana arah ekonomi dan pasar serta mengungkap peluang ke depan. Oleh karena itu, negara dengan PMI Manufaktur lebih dari 50 dianggap memiliki industri/manufaktur yang berjalan dengan baik.

Sementara jika nilai PMI Manufaktur kurang dari 50, maka aktivitas manufaktur sedang tidak baik atau dalam kategori kontraksi.

Berdasarkan S&P Global per Juni 2024, negara-negara di ASEAN cenderung mengalami ekspansi dengan nilai PMI Manufaktur di atas 50, kecuali Malaysia di angka 49,9.

Sedangkan pada Juli 2024, PMI Manufaktur ASEAN terpantau sedikit mengalami penurunan kendati masih di teritori ekspansif.

Tercatat PMI Manufaktur ASEAN berada di angka 51,6 pada Juli 2024 atau lebih rendah dibandingkan Juni 2024 yakni sebesar 51,7.

Berikut PMI Manufaktur ASEAN dan negara maju lainnya:

Sedangkan PMI Manufaktur untuk Juli 2024 terpantau beberapa negara mengalami penurunan bahkan ke level kontraksi, namun beberapa negara lainnya masih berada di zona ekspansif.

Vietnam, Thailand, dan Filipina merupakan negara yang masih terbilang cukup baik dengan angka PMI Manufaktur di atas 50. Namun berbeda halnya dengan Myanmar, Malaysia, dan Indonesia yang menurun bahkan masuk ke teritori kontraksi.

PMI Manufaktur Thailand berlari kencang dari 51,7 pada Juni 2024 menjadi 42,8 pada Juli 2024 sementara PMI Vietnam tidak berubah tetapi masih dalam fase ekspansif. 

PMI Thailand yang berada di 52,8 adalah yang tertinggi dalam 13 bulan. Lonjakan PMI ditopang oleh pesanan baru yang masuk meningkat untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun. Produsen juga meningkatkan aktivitas pembelian dengan laju yang lebih cepat dan terus memperluas tenaga kerja mereka.

Produksi meningkat secara moderat pada Juli karena sektor manufaktur ASEAN melanjutkan urutan ekspansi yang dimulai pada Oktober 2021. Penerimaan bisnis baru meningkat secara solid, dengan laju tercepat sejak April 2023. Namun, pesanan ekspor baru terus menurun, memperpanjang urutan kontraksi yang ada menjadi 26 bulan.

Para produsen ASEAN melaporkan kenaikan jumlah tenaga kerja untuk bulan kedua berturut-turut, dengan laju penciptaan pekerjaan tidak berubah dari Juni. Peningkatan fraksional ini sejalan dengan meningkatnya jumlah bisnis yang outstanding.

Ekonom di S&P Global Market Intelligence, Maryam Baluch mengatakan bahwa pertumbuhan yang terlihat di sektor manufaktur ASEAN pada paruh pertama tahun ini berlanjut saat memasuki paruh kedua tahun 2024.

“Kondisi permintaan terus menguat, dengan pertumbuhan pesanan baru meningkat ke level tertinggi dalam 15 bulan, yang pada gilirannya memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan produksi mereka secara solid pada bulan Juli. Selain itu, perbaikan berkelanjutan di sektor ini mendorong produsen barang untuk menambah staf untuk bulan kedua berturut-turut, meskipun laju penciptaan pekerjaan tetap moderat,” ujar Baluch di situ resminya.

Sedangkan di Indonesia sendiri, PMI Manufaktur Juli 2024 terpantau ambruk dan masuk ke zona kontraksi dengan angka 49,3. Kontraksi ini pertama kali terjadi sejak Agustus 2021 atau hampir tiga tahun terakhir.

Paul Smith, Direktur Ekonomi di S&P Global Market Intelligence, menjelaskan PMI mengalami kontraksi karena penurunan permintaan.

“Pesanan baru dan produksi turun untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun. Karena itu, para produsen bersikap hati-hati, dengan aktivitas pembelian sedikit dikurangi dan pekerjaan turun pada tingkat tercepat sejak September 2021,” tutur Paul, dikutip dari situs resminya.

S&P menjelaskan menurunnya permintaan disebabkan oleh lesunya pasar. Kondisi ini membuat penjualan turun untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun. Ekspor menurun meskipun dalam skala yang lebih kecil. Adanya keterlambatan dalam pengiriman juga ikut menekan ekspor.

Hal ini semakin diperparah dengan jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terus bertambah. Pengurangan jumlah karyawan yang dilakukan perusahaan ditujukan agar perusahaan dapat tetap bertahan di tengah kondisi yang tidak pasti dan suku bunga yang tinggi.

Dana Nasabah Aman, 99,94% Rekening di Bank Dijamin LPS

Lembaga Penjamin Simpanan mencatat sebanyak 99,94% rekening atau setara 580,88 juta rekening di bank umum masuk dalam program penjaminan.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa hal itu sebagaimana diamanatkan Undang-Undang LPS Nomor 24 Tahun 2024. 

“99,98% setara 15,38 juta rekening untuk nasabah BPR dan BPRS,” kata Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jumat (2/8/2024).

Sementara itu, LPS mencatat total nominal simpanan di 106 bank umum per Juni 2024 mencapai Rp8.773 triliun naik 8,48% secara tahunan (yoy). Dari total besaran tersebut, porsi simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan di atas Rp5 miliar yang mencakup 54,0% total simpanan, dengan total Rp4.735,33 triliun. Jumlah itu tumbuh 11,6% yoy.

Sementara itu, tiering simpanan di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar terhimpun sebesar Rp696,12 miliar per Juni 2024, melesat 5,9% yoy. Kemudian, simpanan Rp1 miliar hingga Rp2 miliar dengan naik 5,2% yoy menjadi Rp528,28 miliar.

Berdasarkan jumlah rekeningnya, nilai rekening dengan tiering nominal di atas Rp5 miliar paling sedikit, yakni 141.018 rekening atau hanya 0,0% dari keseluruhan, dan tumbuh 9% yoy. Lantas, mayoritas dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun berasal dari jumlah minoritas rekening.

Kemudian tiering nominal Rp2 miliar hingga Rp5 miliar sebanyak 218.408 rekening atau 0,0% dan keseluruhan. Tiering nominal Rp1 miliar hingga Rp2 miliar sebanyak 371.741 rekening atau sebanyak 0,1%.

Jumlah rekening simpanan terbanyak terdapat pada tiering simpanan di bawah Rp100 juta yang mencakup 98,8% total rekening simpanan, dengan total 577.085.076 rekening. Jumlah itu tumbuh 12,1% yoy.

Namun berdasarkan jumlah dana yang terhimpun, tiering nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai Rp1.057,41 triliun per Juni 2024. Nominal tiering ini hanya tumbuh mini dibandingkan dengan yang lain, yakni 4,5% yoy.

Lebih lanjut, berdasarkan jenis simpanan, jumlah rekening simpanan terbanyak terdapat pada jenis tabungan, yakni mencakup 98,1% total rekening simpanan per Juni 2024.

Ini Alasan Kenapa KKP Tak Lagi Bom & Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut upaya peledakan hingga penenggelaman terhadap kapal ikan asing (KIA) yang mencuri ikan di perairan Indonesia banyak mudharatnya, atau merusak dan berbahaya. Sehingga KKP sudah tidak lagi melakukan hal sebagaimana yang dilakukan sebelumnya.


Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono menjelaskan, penenggelaman dan pengeboman kapal hasil tangkapan tersebut memberikan dampak yang kurang baik, terutama terhadap lingkungan, karena menyebabkan pencemaran. Katanya, akibat pengeboman dan penenggelaman itu membuat sampah, minyak, dan oli bertumpahan di laut.


“Jadi kalau yang zaman dulu kan ditenggelamkan kemudian dibom, ternyata ada dampak yang kurang baik. Bahkan kami mendapatkan protes dari lingkungan, pencemaran yang ada. Jadi begitu diledakkan ada sampah di laut, dan tumpahnya minyak-minyak seperti itu. Kemudian kita evaluasi, mudharatnya ternyata lebih banyak, dan biayanya pun tinggi saat kita melakukan penenggelaman maupun pengeboman,” kata pria yang akrab disapa Ipunk dalam Konferensi Pers di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (2/8/2024).

Namun, ia enggan mengungkapkan berapa besaran nilai yang harus dikeluarkan saat melakukan pengeboman dan penenggelaman. Namun, ia menekankan bahwa saat proses pengeboman kapal di laut, pihaknya membawa detonator milik TNI, yang mana saat membawa alat itu sangat riskan.


“Bom itu kan seharusnya tidak untuk digunakan seperti itu. Kebetulan saya sendiri waktu itu juga ikut melakukan penenggelaman dan dibom, membawa detonator itu juga riskan, terus biayanya tinggi. Kalau angkanya itu signifikan lah, nggak bisa kita sebut,” ucapnya.


Ia mengatakan, pengeboman dan penenggelaman kapal itu tak sejalan dengan upaya KKP dalam membersihkan laut dan pesisir melalui program Gencar Bulan Cinta Laut. “Padahal sekarang kita sedang gencar-gencarnya bulan cinta laut. Kita ngambil sampah-sampah itu, masa kita mau nebar sampah di laut, terus oli yang ada di mesin pecah. Jadi laut tercemar,” lanjut dia.


Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono saat ini mengeluarkan kebijakan untuk memanfaatkan kapal hasil tangkapan dengan kegiatan yang lebih produktif, ketimbang harus mengebom dan ditenggelamkan. Seperti menyerahkan kapal hasil tangkapan untuk digunakan sebagai kapal latih lembaga pendidikan kelautan dan perikanan, dan/atau untuk diberikan kepada kelompok nelayan yang kurang mampu.


“Kebijakan Bapak Menteri, memanfaatkan kapal hasil tangkapan untuk digunakan kegiatan yang produktif. Bisa kita hibahkan kepada sekolahan atau pendidikan untuk pelatihan sesuai kelautan perikanan, atau kepada kelompok nelayan yang tidak mampu, yang membutuhkan. Ini akan lebih bermanfaat untuk masyarakat kita,” kata pria yang biasa disapa Ipunk ini.


Ia mengatakan, saat ini masih banyak lembaga pendidikan kelautan dan perikanan Indonesia yang masih belum memiliki kapal untuk praktik langsung di laut. Sehingga, banyak murid dari lembaga pendidikan itu yang hanya mengandalkan teori. Sedangkan dalam praktik di lapangan, menurutnya, berbeda jauh dan tidak semudah apa yang disampaikan dalam teori.


“Jadi banyak jurusan kelautan perikanan di Indonesia itu yang hanya teori. Nah ketika ada kapalnya ini mereka bisa melakukan praktek di laut. Kemudian mereka bisa melakukan evaluasi, ternyata teori dengan praktek itu bedanya jauh. Tidak semudah apa yang disampaikan di situ. Secara teori mungkin mengambil ikan, gelar jaring, tarik, dapat. Tapi ada variabel lain, mereka bilang ada musim, kemudian ada alat tangkap yang mempengaruhi, ada juga teknologi, bahkan SDM itu juga mempengaruhi. Di sini lah edukasi disebut bisa ditanamkan di lembaga pendidikan terkait, dengan pemanfaatan kapal-kapal hasil tangkapan kami,” jelasnya.


Adapun untuk alur penyerahannya, kata Ipunk, Ditjen PSDKP KKP mengajukan permohonan pemanfaatan kapal tersebut ke Kejaksaan Agung RI. Selanjutnya, dari Kejaksaan Agung RI menyerahkan kepada Ditjen PSDKP. Kemudian, kami menyerahkan kepada lembaga pendidikan.


“Ada beberapa lembaga pendidikan yang kami berikan tersebut, digunakan untuk edukasi,” pungkasnya.

Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan KKP, Drama Panca Putra; Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan KKP, Halid K. Jusuf; Direktur Jenderal PSDKP KKP, Pung Nugroho Saksono; Sekretaris Ditjen PSDKP KKP, Suharta; Direktur Penanganan Pelanggaran KKP, Teuku Elvitrasyah; Plt. Direktur Pengendalian Operasi Armada, Saiful Umam dalam Konferensi Pers di Kantor KKP, Jumat (2/8/2024).

Investor Saham RI Tembus Jutaan Tapi Malas Transaksi, Gak Punya Uang?

Jumlah investor aktif di bursa saham semakin berkurang. Kembalinya kebijakan work from office (WFO) dan menariknya  instrumen kripto membuat investor aktif bursa saham menurun.

Investor aktif bursa sempat melonjak saat masa Covid-19 karena masyarakat Indonesia tidak dapat melakukan banyak aktivitas di luar rumah dan banyak kehilangan pekerjaan. Mereka kemudian mulai mengenal dan belajar investasi serta mencari uang di pasar modal Indonesia termasuk saham hingga reksadana.

Berdasarkan catatan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 13,07 juta pada bulan Juni 2024. Angka ini melonjak 427,1% dibandingkan sebelum pandemi atau 2019 yang hanya 2,48 juta orang.

Peningkatan jumlah investor di pasar modal Indonesia justru tidak sejalan dengan investor yang aktif terutama di pasar saham Indonesia.

Diketahui berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) jumlah investor investor saham per Juni 2024 tercatat 5,78juta dimana total investor saham aktif hanya 21,01% nya saja atau sebesar 1,22 juta investor saham.

Persentase jumlah investor aktif pada Juni 2024 lebih kecil dibandingkan pada Juni 2023 yang tercatat 23,56% investor saham aktif dari total investor saham.

Bahkan pada 2021 persentase investor aktif mencapai 48,55%. Jika dibandingkan dengan periode Juni 2024 yang hanya mencatat kan persentase investor saham aktif 21,01% dari keseluruhan total investor saham aktif, maka angka tersebut turun 57% dari angka 2021.

Penurunan investor aktif sebagian karena mereka yang pada masa Covid-19 mulai aktif kembali bekerja dan melakukan investasi jangka panjang kini mulai bekerja atau kembali kepada kebijakan work from office (WFO) sehingga tidak selalu memiliki cukup waktu bertransaksi setiap harinya.

Hal ini terlihat dari turunnya jumlah dan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. Dimana per Februari 2024 tingkat pengangguran terbuka (TPT) sudah berada di angka 4,82% atau sebesar 7,19 juta pengangguran. Angka ini mampu turun dari TPT 5% yang telah bertahan pada tahun 2022 hingga 2023.

Selain itu kebijakan full call auction (FCA) bagi saham yang masuk di papan pemantauan khusus, juga mendorong berkurangnya investor saham yang aktif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons ajakan mogok investor terkait adanya kebijakan FCA.

“Kami sadari bahwa ini mungkin 9 bulan sosialisasi masih kurang. Kita tetap harus sosialisasi, bahwa dengan papan pemantauan khusus investor terlindungi. Investor yang sudah punya saham Rp50 bertahun-tahun itu bisa keluar atau masuk dari papan pemantauan khusus ini sekarang,” ujar Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, dalam press conference RDK OJK, Senin (10/6/2024).

Selain itu, berkurangnya investor saham aktif disebabkan oleh pindahnya sebagian investor saham ke kripto. Kini investor kripto dalam negeri terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 20,24 juta per Juni 2024. Nominal transaksi kripto pun juga melonjak sekitar 345% secara tahunan (yoy) di level Rp301,75 triliun per Juni 2024.

Return yang lebih tinggi dan tidak terbatas di dunia kripto mendorong sebagian investor saham beralih ke instrument yang lebih beresiko seperti kripto dengan high risk high return.

Bukan Rp10.000/Liter, Ini Harga Asli BBM Pertalite di Agustus

Foto: Petugas mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan mobil di SPBU Vivo Tebet Barat, Jakarta, Sabtu (21/1/2023). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Sejumlah badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR hingga PT Vivo Energy Indonesia kompak melakukan penyesuaian harga produk BBM non subsidi. Penyesuaian harga tersebut berlaku sejak awal Agustus 2024.

Misalnya produk BBM baru milik PT Vivo Energy Indonesia yakni Revvo 90 dengan nilai oktan (RON) 90. Harga Revvo 90 atau setara Pertalite ini sekarang dibanderol dengan harga Rp 12.900 per liter dari yang sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Meski demikian, untuk harga produk BBM jenis Pertalite milik Pertamina sejauh ini belum ada perubahan dan masih dipatok di level Rp 10.000 per liter. Hal itu membuat produk Pertalite masih lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya. Sejauh ini PT Pertamina hanya melakukan penyesuaian harga pada BBM jenis non subsidi.

Jenis BBM non subsidi yang mengalami kenaikan yaitu Pertamax Green (95), Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53). Keempat jenis BBM non subsidi tersebut rata-rata naik sekitar Rp 300 hingga Rp 1.100 per liter.

Secara rinci, harga Pertamax Green (95) naik dari sebelumnya Rp 13.900 per liter menjadi Rp 15.000 per liter, harga BBM Pertamax Turbo (RON 98) naik dari semula Rp 14.400 menjadi Rp 15.450. Kemudian Dexlite dari semula Rp 14.550 per liter, naik menjadi Rp 15.350 per liter, Pertamina Dex dari semula Rp 15.350 per liter naik menjadi Rp 15.650 per liter.

Berikut Daftar Harga BBM Pertamina di DKI Jakarta mulai 2 Agustus 2024:

BBM Pertamina DKI Jakarta:

Solar Subsidi: Rp 6.800/liter

Pertalite: Rp 10.000/liter

Pertamax: Rp 12.950/liter

Pertamax Green 95: Rp 15.000/liter

Pertamax Turbo: Rp 15.450/liter

Dexlite: Rp 15.350/liter

Pertamina Dex: Rp 15.650/liter

BBM Shell:

Shell Super (RON 92): Rp14.520/liter

Shell V Power (RON 95): Rp15.370/liter

Shell V Power Diesel: Rp 15.810/liter

Shell Diesel Extra: Rp15.480/liter (hanya di Jawa Timur)

Shell V-power Nitro: Rp15.600/liter (kecuali di Jawa Timur)

BBM BP-AKR:

BP Ultimate: Rp 15.370/liter

BP 92: Rp 13.850/liter

BP diesel: Rp 15.480/liter (hanya di Jawa Timur)

BP Ultimate Diesel: Rp 15.810/liter (hanya di Jawa Timur)

BBM Vivo:

Revvo 95: Rp15.150/liter

Revvo 92: Rp14.320/liter

Revvo 90: Rp 12.900/liter